
Bila tiba2 ada petir di terik siang bolong pasca Pemilu 2009 untuk pemilihan Caleg, barangkali kemarin terjadi. Golkar — melalui representasinya sosok Wapres Jusuf Kalla — selama (hampir) 5 tahun belakangan ini menjalani “hidup bersama” yang cukup manis. Ada percikan-percikan kecial yang tak terlalu mengganggu. Namun kemarin, 22 April 2009, tiba-tiba Golkar mengumumkan CERAI!! dengan Demokrat.
Entah apa yang terjadi. Mungkin Golkar merasa ‘tersinggung” dan tak lagi merasa “dihargai”, karena Demokrat — direpresentasi oleh SBY — dianggap “arogan” menetapkan persyaratan Cawapres yang oleh sementara orang dianggap suatu ‘cara halus’ untuk ‘menyingkirkan’ JK. Mungkin juga Golkar mulai ‘pindah kelain hati, dan ‘gadis manis’ PDIP tiba-tiba nampak sangat menarik.
Entah apa yang terjadi sesungguhnya. Permainan para elite politik mungkin terlalu ‘canggih’ (atau terlalu ‘rendah’?) untuk dimengerti. Setidaknya bagi seorang awam seperti saya. Membuat saya (semakin) ragu, sesungguhnya mereka berjuang untuk siapa? Rasanya sia-sia Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 didengung-dengungkan selama ini.
Saya teringat jargon “dalam politik tak ada kawan dan lawan yang abadi.. yang ada hanya KEPENTINGAN yang abadi”. Mungkin ini lah yang sedang terjadi.
Namun pertanyaannya: KEPENTINGAN SIAPA?
Posted in Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 | Tagged Cerai, Golkar Ceraikan Demokrat, JK, Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009, SBY | 1 Comment »